Oleh: Ach. Januar J.P. (134 06 221)
Telah dibahas di tulisan dengan tag ‘EL2246′ sebelum ini tentang kesetrum. Nah, yang jadi pertanyaan untuk kita tentunya adalah: bagian mana sih dari listrik yang menyetrum kita? Untuk itu, kali ini kita akan mengorek-ngorek 3 (tiga) hal tentang listrik: tegangan, arus, dan daya listrik.
Umm, untuk mudahnya, listrik dapat dianalogikan dengan aliran air dalam selang. Tentu semua orang pernah bermain-main dengan benda bernama selang air kan?? Nah, agar air bisa mengalir di dalam selang, terlebih dahulu tentu kita memasang selang ke kran air, lalu memutar kran air agar air mengalir keluar dari kran kemudian diteruskan oleh selang dan keluar di ujung selang. Lalu, kalau kita sudah tidak lagi membutuhkan air lagi, kita tinggal memutar kran air ke arah yang berlawanan. Mudah kan?? Sudah terbayang?? Sekarang bayangkan kran, selang, dan air sebagai sebuah rangkaian seperti pada gambar di bawah ini:
Gambar di samping adalah sebuah rangkaian listrik sederhana. Kalau gambar rangkaian listrik ini dianalogikan dengan kran, selang, dan air, maka swicth atau saklar adalah kran; kabel adalah selang; dan listrik yang mengalir di dalam kabel adalah air. Pada rangkaian listrik di samping, listrik tidak akan mengalir melalui kabel apabila saklar tidak terhubung, sama seperti air yang tidak mengalir kalau kran tidak diputar terlebih dahulu. Nah, kalau volume air yang mengalir per satuan waktu pada selang juga bisa dianalogikan dengan jumlah muatan listrik yang mengalir pada kabel per satuan waktu. Inilah yang disebut dengan arus listrik. Arus listrik dilambangkan dengan , dan dirumuskan sebagai berikut:


Dengan Arus listrik, satuannya Ampere (A), Muatan listrik, satuannya Coulomb (C), waktu, satuannya second (s).
Lalu, menjadi pertanyaan lagi, bagaimana air bisa mengalir keluar dari kran, atau kalau tentang listrik, bagaimana listrik bisa mengalir di dalam kabel? Air mengalir keluar melalui kran karena ada bak penampungan air yang memiliki tempat lebih tinggi daripada kran sehingga air dapat mengalir dari bak penampungan yang ada di atas ke kran air yang berada di bawah. Perbedaan ketinggian air menimbulkan energi potensial yang dapat membuat air bergerak dari atas ke bawah. Sama seperti air, listrik juga digerakkan kareana adanya perbedaan (energi) potensial. Hanya saja, bukan harus ada tempat penampungan listrik yang ditempatkan lebih tinggi daripada saklar, tetapi listrik mengalir karena adanya perbedaan energi potensial listrik. Perbedaan energi potensial listrik inilah yang disebut dengan tegangan. Jadi, tegangan listrik adalah