Life is

LIFE is a GIGANTIC bucket fully filled with OPPORTUNITIES

 

“Kenapa kamu harus pernah ada di kehidupanku?” satu pertanyaan dari kekasihku lewat smsnya ke aku. Jawabku, “Aku masih ada di kehidupanmu karena mungkin kamu pernah berdoa pada Tuhan untuk sebentuk kebahagiaan, maka Tuhan berikan kamu kesempatan meraih kebahagiaan itu bersamaku.”

need,…

I
N E E D
M I R A C L E S

a lots of it

OR,….
if cannot,
just give me

LITTLE WONDERS

then

Patch Adams

I love you without knowing how, when, or from where

I love you straight forward without complexity or pride

I love you because I know no other way than this

So close and when your hand at my chest is my hand

So close and when you close your eyes I fall asleep

from Patch Adams movie

–LuvdoNTwaiT–

mywisewords

Izinkan Aku menggenggam hatimu. Menukar setengah hatimu dengan setengah hati milikku.

mywisewords

Hidup adalah seutuhnya dan selamanya tentang cinta. Kuyakini itu.

What’s Happines To You, ****?

Teringat satu adegan –satu kalimat, tepatnya– dari film Vanilla Sky. Adegan saat David Aames dipaksa dengan halus masuk ke kendaraan seorang teman wanitanya (lupa namanya, euy), lalu di tengah perjalanan ditanya, “What’s happiness to you, David?”

Ugh!! Itu menusuk-nusukku teramat sangat. Sederhana, tapi dapatkah Kutemukan jawabnya?? Sulit. Karena kebahagiaan belum menjadi impian yang menjelma nyata buatku.

Jadi, “What’s happiness to You, ****?”

Kejujuran

Kejujuran paling bening adalah kejujuran yang membalut malam-malam perenungan.

Kejujuran paling murni adalah kejujuran yang pecah di malam-malam menua.

Kejujuran paling abadi adalah kejujuran bahwa cinta memang ada atau tak ada di hati.

Edensor, Andrea Hirata, p.42-43

>>Aku ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan. Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkeram dingin. Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan. Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup!

— Edensor, Andrea Hirata, p.42-43 —

A Thousand Splendid Suns, Khaled Hosseini, p.117-118

>>Mariam berbaring di sofa, menjepit kedua tangannya di antara kedua lututnya, menyaksikan tarian salju di luar jendela. Dia teringat pada Nana, yang pernah mengatakan bahwa setiap kepingan salju adalah helaan napas seorang wanita terluka di suatu tempat di dunia ini. Setiap helaan napas itu terbang ke langit, berkumpul di awan, lalu dalam keheningan turun kembali dan menimpa orang-orang di bumi.
>>Sebagai peringatan atas bagaimana wanita seperti kita menderita, kata Nana. Bagaimana kita menanggung semua beban kita dalam keheningan.

A Thousand Splendid Suns, Khaled Hosseini, p.117-118 —

A Thousand Splendid Suns, Khaled Hosseini, p.[43-44]

>>Lalu, dia mencerca Mariam.
>>”Betapa bodohnya kau ini! Kau pikir kau berarti baginya, bahwa kau diharapkan di rumahnya? Kau pikir dia menganggapmu anaknya? Bahwa dia akan menerimamu di rumahnya? Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu. Hati pria sangatlah terkutuk, Mariam. Berbeda dengan rahim ibu. Rahim tak akan berdarah ataupun melar karena harus menampungmu. Akulah satu-satunya orang yang mencintaimu. Hanya akulah yang kau miliki di dunia ini, Mariam, dan kalau aku mati, kau tak akan punya siapa-siapa lagi. Tak akan ada siapa pun yang peduli padamu. Karena kau tak berarti!”

A Thousand Splendid Suns, Khaled Hosseini, p.[43-44] —
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.